News Update, Pendidikan

Hal Penting Dalam Memilih Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri

April 23, 2020

Sekarang, kuliah ke beberapa kampus berprestise di luar negeri bukan lagi mimpi di siang bolong. Masalahnya cukup banyak beasiswa yang siap mendanai kuliahmu ke luar negeri sampai lulus.

Tipe beasiswa ke luar negeri benar-benar beragam, ada yang disiapkan oleh instansi atau lembaga pemerintah, perusahaan, komune, sampai perguruan tinggi. Tiap beasiswa pasti punyai karakter serta ketentuan yang berlainan. Karenanya, sebaiknya untuk pilih beasiswa yang sesuai ketertarikan serta potensimu.

Di bawah ini banyak hal penting buat kamu pilih beasiswa kuliah ke luar negeri.

1. ongkos yang di-cover beasiswa

Kamu harus memeriksa apa beasiswa yang ingin kamu coba berbentuk fully-funded atau partially-funded. Beasiswa fully-funded umumnya akan memikul penuh beberapa ongkos, seperti tuition fee, uang saku bulan, ticket pesawat, visa, dan lain-lain. Selain itu, beasiswa parsial atau partially-funded biasanya cuma men-cover beberapa ongkos, seperti tuition fee.

Jika kamu betul-betul cuma memercayakan dana beasiswa untuk dapat kuliah ke luar negeri, sebaiknya untuk apply beasiswa yang karakternya fully-funded. Memperoleh beasiswa penuh bermakna kamu mendapatkan agunan finansial sepanjang kuliah kelak, hingga kamu tidak perlu pikirkan uang kuliah serta perlu konsentrasi belajar.

Ada banyak beasiswa yang siap memikul penuh ongkos kuliahmu, seperti beasiswa LPDP (Indonesia), Chevening (Inggris), Australia Awards (Australia), StuNed (Belanda), DAAD (Jerman), Eiffel Excellence Scholarship (Perancis), Erasmus+ (Eropa), Fullbright (Amerika Serikat), MEXT (Jepang), KGSP (Korea Selatan), Stipendium Hungaricum (Hungaria), serta ada banyak lagi. Info tentang pola pembiayaan ini umumnya bisa kamu dapatkan di web sah beasiswa.

2. Kontrak atau kesepakatan beasiswa

Sesudah dipastikan berhasil lolos seleksi satu beasiswa, kamu kemungkinan diharap untuk tanda-tangani kontrak atau kesepakatan khusus. Isi kontrak itu dapat berbagai macam, misalnya keharusan kembali pada negara asal, keharusan mengakhiri kuliah dalam periode waktu khusus, keharusan memperoleh nilai minimum khusus sepanjang kuliah kelak, dan lain-lain. Jika kamu memperoleh beasiswa dari perusahaan, bukan tidak kemungkinan mereka akan minta kamu untuk kerja di perusahaan itu sepanjang beberapa waktu sesudah lulus kuliah.

Kamu perlu cari tahu hal itu sebab ini tersangkut gagasan hidupmu sendiri. Contohnya, jika kamu merencanakan ingin langsung berwiraswasta setelah lulus kuliah, seharusnya jangan mendaftarkan beasiswa dari perusahaan yang mewajibkan untuk kerja dari sana sepanjang demikian tahun. Info tentang kontrak atau kesepakatan satu beasiswa dapat kamu cari info di internet atau lewat rekan yang sempat terima beasiswa itu.

3. Kecocokan beasiswa dengan kampus, program studi, atau negara yang akan kamu incar

Saat telah mantap untuk meneruskan studi ke kampus atau negara khusus, yakinkan kamu mendaftarkan beasiswa yang sesuai dengan. Contohnya, kamu ingin kuliah ke Inggris, karena itu kamu bisa coba beasiswa Chevening yang diberi pemerintah Inggris. Jika Australia jadi negara arah kuliahmu, kamu dapat coba beasiswa pemerintah Australia, yakni Australian Awards. Demikian juga jika kamu tertarik kuliah ke Amerika Serikat, kamu dapat coba beasiswa Fullbright dari pemerintah Amerika Serikat.

Jika ingin coba LPDP, kamu dapat cari tahu daftar prodi serta kampus arah yang dibikin LPDP. Adakah prodi serta kampus yang diimpikanmu di daftar itu?

4. Kwalifikasi yang diisyaratkan pemberi beasiswa

Semua beasiswa, khususnya yang fully-funded, biasanya berbentuk bersaing hingga mereka memutuskan kwalifikasi khusus yang perlu dipunyai calon penerima beasiswa. Tetapi, tiap beasiswa pasti punyai kriteria kwalifikasi yang berlainan. Satu beasiswa bisa saja mempunyai ketentuan yang lebih gampang kamu penuhi dibanding beasiswa yang lain. Contohnya, score IELTS/TOEFL minimum yang lebih rendah, kriteria dokumen yang semakin sedikit, serta mekanisme pendaftaran yang lebih singkat atau gampang.

Sebaliknya, ada pula beasiswa khusus dengan kriteria yang lebih melawan dibanding beasiswa yang lain. Contohnya, score IELTS/TOEFL minimum yang tinggi, pengalaman kerja minimum sepanjang beberapa waktu, kriteria dokumen yang bertambah banyak, sampai mekanisme pendaftaran yang cukup susah.

Karenanya, sebelum mendaftarkan beasiswa, yakinkan kamu eligible buat daftar beasiswa itu. Untuk contoh, saat satu beasiswa mewajibkan pengaman kerja minimum 2 tahun, yakinkan kamu telah punyai pengalaman kerja itu. Bukanlah pesimis, tetapi kamu harus sesuai kenyataan dengan potensi serta pengalaman yang kamu punyai supaya kamu tidak cuma menghabiskan waktu untuk apply beasiswa itu.

Baca Juga : Tata Cara Pembuatan Artikel Yang Antimainstream

5. Waktu pendaftaran beasiswa

Seleksi beasiswa ke luar negeri umumnya mempunyai timeline yang bisa kamu melihat di situs sah beasiswa itu. Agenda pembukaan tiap beasiswa pasti bermacam. Ada yang membuka satu tahun sekali diawalnya, tengah, atau akhir tahun. Ada pula yang kemungkinan buka pendaftaran seringkali dalam satu tahun.

Waktu dibukanya pendaftaran beasiswa ini perlu kamu pikirkan, khususnya untuk kamu yang merencanakan kuliah ke luar negeri dalam tempo dekat.

Contohnya, kamu ingin selekasnya kuliah ke luar negeri. Kamu ingin sekali melamar satu beasiswa yang berprestise tetapi sayangnya beasiswa itu baru dibuka enam bulan lagi. Selain itu, ada pilihan beasiswa lain yang kurang terkenal tetapi sedang dibuka serta eligible untuk kamu coba. Jika bedanya cuma pada tingkat kepopulerannya sesaat kamu harus buang usia sepanjang enam bulan, mengapa tidak coba beasiswa yang kurang terkenal itu?

Nah, itu barusan beberapa alasan penting yang penting kamu perhatikan sebelum mendaftarkan beasiswa ke luar negeri. Sebab tiap beasiswa rupanya punyai ciri-ciri yang berlainan, janganlah sampai salah pilih, ya! Agar makin percaya dalam pilih beasiswa yang pas, jangan malas untuk menggali info sebanyaknya lewat internet, education fair, seminar, rekan yang pernah memperoleh beasiswa, dan lain-lain. Semangat!