Kesehatan, News Update, Pendidikan

Melihat Pergerakan Ekonomi Beberapa Negara di Tengah Efek COVID-19

April 29, 2020

Penebaran virus corona tipe baru atau COVID-19 yang semakin kronis membuat beberapa negara lakukan lockdown atau kondisi yang larang masyarakat untuk masuk ke satu tempat sebab keadaan genting. Lockdown dapat juga bermakna negara yang tutup perbatasannya, supaya tidak ada orang yang masuk atau keluar dari negaranya.

Beberapa negara seperti Prancis sampai Italia sudah menetapkan lockdown. Implikasi kebijaksanaan ini pasti akan memberikan efek pada kehidupan, diantaranya perekonomian.

Beberapa negara mengaplikasikan lockdown yang dibarengi dengan isolasi masyarakat di rumah dengan cara ketat. Beberapa negara yang lain, seperti Indonesia, belum mengaplikasikan itu tetapi mulai batasi gerakan masyarakat dengan social distancing atau physical distancing serta minta masyarakat lakukan karantina mandiri. Beberapa usaha itu dilaksanakan untuk efek melawan COVID-19.

Lockdown jelas akan membuat pekerjaan ekonomi jadi lumpuh. Pekerja informal contohnya, mereka akan kesusahan cari penghasilan karena mereka banyak mendapatkan pendapatan dengan cara harian.

Bukan hanya itu, distribusi barang serta layanan akan terusik. Hal tersebut pasti dapat menyebabkan panic buying dan inflasi yang lumayan besar.

Beberapa perusahaan juga terlambat menetapkan kebijaksanaan yang membuat pekerjaan produksi turun atau serta berhenti. Bila epidemi ini berjalan lama, intimidasi krisis juga di muka mata.

Untuk memperhitungkan itu, beberapa negara yang sudah lakukan lockdown atau limitasi, keluarkan paket rangsangan untuk langkah memperkuat perekonomian warga ditengah-tengah efek virus corona yang semakin besar.

Riddlenut meringkas beberapa negara yang memberi stimulan untuk rangsangan perekonomian penduduknya dalam melawan virus corona. Seperti apa perbedaannya kebijaksanaan di beberapa negara itu dengan di Tanah Air? Berikut penjelasannya.

1. Pemerintah New Zealand meberikan upah ke semua masyarakat negaranya

New Zealand sekarang belum menetapkan lockdown. Tetapi negara itu selekasnya ke arah lockdown selesai Pertama Menteri Jacinda Ardern memberitahukan akan selekasnya meningkatkan status waspada 3 ke arah waspada 4.

Oleh karenanya, pemerintah New Zealand tingkatkan budget yang dibelanjakan untuk bantuan gajinya tahun ini untuk bentuk pemberian stimulan pada masyarakatnya. Disamping itu, peningkatan harga-harga sewa di New Zealand akan dibekukan sesaat.

“Kami akan pastikan jika semua masyarakat Selandia Baru terus terima beberapa bentuk penghasilan sepanjang periode ini.” kata Menteri Keuangan New Zealand Grant Robertson.

2. Sekitar 6, 5 juta masyarakat Australia akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp12 juta dari pemerintah

Australia sekarang belum lakukan lockdown. Tetapi, masalah virus corona di negara itu terus bertambah. Negara sisi dengan penduduk terpadat di Australia, New South Wales (NSW), pada Selasa (24/3) memberikan laporan peningkatan paling tinggi jumlah masalah virus corona hingga jumlah keseluruhan di negara itu jadi 1.886.

Selain itu, beberapa petinggi ditempat mengingatkan akan mengaplikasikan hukuman yang lebih berat pada masyarakatnya yang tidak patuhi perintah karantina mandiri waktu negara itu makin ke arah pada lockdown (karantina daerah) dengan cara penuh.

Pemerintah Australia sebenarnya sudah keluarkan paket kebijaksanaan sejumlah US$17, 6 miliar atau sebesar Rp281, 6 triliun (kurs Rp16 ribu) untuk rangsangan melawan virus corona. Dalam rangsangan itu, pemerintah Austrslia akan memberi uang tunai sebesar US$750 atau Rp12 juta untuk beberapa pelacak kerja, pensiunan serta penerima faedah Family Tax Keuntungan (FTB) atau Faedah Pajak Keluarga.

Keseluruhan sekitar 6, 5 juta masyarakat Negeri Kangguru itu akan terima faedah itu dari pemerintah. Uang itu akan memulai diterima beberapa penerima faedah pada 31 Maret 2020.

“Rumah tangga akan terima pembayaran rangsangan sebesar US$750 di semua deskripsi komplet dari mereka yang terima semua jenis pembayaran tunjangan, ” kata Pertama Menteri Scott Morrison dikutip dari News Australia, Rabu (25/3).

“Penerima faedah paling besar dari stimulan itu ialah pensiunan. 1/2 dari mereka (penerima faedah) yang akan terima pembayaran itu, tapi mereka akan diperpanjang buat mereka yang mendapatkan tunjangan pajak keluarga, ” kata Morrison.

Baca Juga : Virus Corona Dapat Mengakibatkan kerusakan Jantung Pasien, Jangan Remehkan!

3. Prancis berikan kelonggaran perusahaan untuk tunda pembayaran pajak serta pungutan sosial

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Senin, 16 Maret 2020 waktu ditempat, memberitahukan jika negaranya lakukan lockdown. Macron memerintah limitasi ketat pada gerakan beberapa orang ditengah-tengah epidemi yang semakin cepat penebarannya.

Macron minta masyarakat negaranya untuk diam diri di dalam rumah sepanjang 15 hari ke depan. Pemerintah meluluskan masyarakatnya lakukan masyarakatnya dalam fakta penting serta kondisi genting.

Karena sudah mengaplikasikan lockdown, pemerintah Prancis memberi rangsangan buat menahan efek ekonomi yang lebih jelek di negaranya. Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Marie menjelaskan jika Eropa harus siap memakai rangsangan fiskal untuk hadapi efek virus corona.

Pemerintah Prancis meluluskan perusahaan untuk tunda pembayaran beberapa pungutan sosial serta pajak. Bukan hanya itu, Prancis aktifkan pola kerja periode pendek yang dibantu negara.