Kesehatan, News Update

Virus Corona Dapat Mengakibatkan kerusakan Jantung Pasien, Jangan Remehkan!

April 28, 2020

Virus corona ialah tipe virus yang menggempur skema pernafasan kita. Itu berarti, organ yang sangat terserang efek ialah paru-paru. Karena itu tidak mengejutkan bila pasien COVID-19 yang keadaannya telah kronis alami pneumonia atau paru-paru basah.

Tetapi rupanya menurut studi paling baru, virus ini tidak cuma menggempur pernafasan saja. Jantung kita dapat terserang dampaknya. Jurnal berjudul “Cardiovascular Implication of Fatal Outcomes of Patients with Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) ” dari JAMA Cardiology temukan jika lebih satu dari lima pasien alami keluhkesah pada jantungnya.

Tetapi bagaimana ini dapat berlangsung? Apa keadaan itu berlaku pada semua pasien? Baca penuturannya di bawah ini!

1. Sekitar 28 % pasien alami kerusakan sel otot jantung

Sebelum masuk ke keterangan, kita perlu lihat background studi terlebih dulu. Diterangkan jika beberapa periset ambil contoh 187 pasien positif COVID-19 di Wuhan, Tiongkok. Mereka lihat bagaimana impak gempuran virus ini pada badan pasien.

Rupanya, hasil memperlihatkan jika virus bukan hanya menginfeksi aliran pernafasan, jantung terserang dampaknya. Minimal 28 % dari subyek riset disampaikan alami luka miokard, yakni sel otot jantung. Keadaan itu terkait dengan tidak berhasil jantung serta ketidaknormalan detak jantung.

Tetapi tidak kesemua orang beresiko untuk alami komplikasi ini. Menurut studi itu 70 % pasien yang terdeteksi keadaan itu sudah mempunyai kisah penyakit jantung awalnya. Namun tidak tutup peluang bila pasien yang awalnya sehat-sehat saja merasakannya.

2. Masalah jantung bisa berlangsung karena tanda-tanda pernafasan yang dirasakan pasien

Pertanyaannya, bagaimana dapat virus pernafasan dapat memperlebar serangannya ke jantung kita? Beberapa pakar kardiologi menyampaikan jika ada banyak peluang tentang ini. Yang pertama berlangsung dengan cara tidak langsung, muncul karena tanda-tanda pernafasan yang dirasakan pasien

Suplai oksigen yang tidak memenuhi ke paru-paru membuat jantung harus kerja tambahan. Dia kesusahan untuk memompa darah sebab absennya oksigen. Mengakibatkan, detak jantung juga tidak normal, begitu cepat atau sebaliknya. Ini disebutkan sebagai aritmia.

3. Virus dapat juga menggempur jantung melalui saluran darah

Gempuran virus corona pada jantung dapat juga berlangsung dengan cara langsung. Direktur penjagaan penyakit kardiologi dari Johns Hopkins School of Medicine, Dr. Erin Michos mulai bicara tentang masalah ini.

Diambil dari LiveScience, dia menjelaskan jika virus memang sebelumnya menggempur organ pernafasan. Tetapi mereka bersirkulasi di pembuluh darah kita. Itu berarti, kemungkinan besar virus itu untuk menggempur organ lain dengan cara langsung, termasuk juga jantung.

Baca Juga : Aplikasi Meditasi Untuk Menemani Keseharian Di Waktu PSBB

4. Virus dapat menipu skema imun hingga kembali menggempur jantung

Peluang selanjutnya ialah skema imun dipengaruhi tipu tipu daya virus corona hingga kembali menggempur jantung. Kejadian ini dikatakan sebagai “cytokine storm” atau badai sitokin. Apakah itu serta bagaimana ini dapat berlangsung?

Masih dari sumber yang sama, Michos menerangkan jalur dari kejadian itu. Jadi, sel paru-paru serta jantung dilapis oleh enzim yang sama, yaitu ACE2. Susunan ini adalah pintu masuk virus untuk menginfeksi sel tetapi dia bertindak dalam membuat perlindungan sel itu.

Saat virus sukses, tanggapan alami badan kita dengan keluarkan protein namanya sitokin. Dia bertindak untuk bikin infeksi pada organ yang terkena. Keadaan pasien dapat makin jelek bila infeksi begitu kronis.

Dengan cara normal, ACE2-lah faksi yang bekerja untuk menahan hal tersebut berlangsung. Tetapi dia tidak dapat jalankan pekerjaan secara baik bila ada virus yang melekat kepadanya. Sitokin yang dikeluarkan badan juga meluap. Mengakibatkan infeksi tidak cuma berlangsung pada paru-paru, dan juga organ lain termasuk juga jantung. Berikut yang dikatakan sebagai badai sitokin.

5. Bukan hal mengagetkan, virus pernafasan memang seringkali memunculkan komplikasi pada jantung

Rupanya penyimpangan semacam ini cukup seringkali berlangsung, khususnya pada penyakit pernafasan yang dikarenakan oleh virus. Awalnya, virus pemicu flu serta SARS juga dapat tingkatkan efek pasien pada penyakit jantung.

Tetapi jangan berasumsi jika keadaan ini cuma dapat berlangsung pada pasien yang punyai kisah penyakit jantung, ya. Beberapa orang yang awalnya sehat juga dapat merasakannya . Jadi, jangan remehkan penyakit ini, sebab belum juga jelas apa yang dapat dilaksanakan oleh virus itu pada tubuh kita.

Usaha paling baik yang dapat kita kerjakan sekarang dengan lakukan penjagaan sebaik-baiknya. Bersihkan tangan dengan teratur, menjaga imun badan, taati saran untuk physical distancing di dalam rumah saja, dan melatih gaya hidup sehat dapat jadi kunci supaya terlepas dari COVID-19.